telor asin brebesSeorang teman yang cantik memberi oleh-oleh setelah pulang dari libur lebaran. Sekeranjang telor asin yang dia beli di Brebes saat melewati kota tersebut menjadi buah tangan istimewa.

Selain bawang merah, Brebes dikenal sebagai kota produsen telor asin yang sangat lezat. Telor-telor asin itu menjadi buah tangan andalan yang ditawarkan kepada setiap pelancong yang datang atau melewati kota tersebut. Jika anda kebetulan melintasi Brebes, sempatkanlah mampir untuk membeli telor asin yang merupakan produk industri rumah tangga. Anda akan merasakan bedanya telor asin Brebes dengan telor asin buatan kota lain. Saya bisa mengatakan demikian karena saya telah makan banyak telor asin dari berbagai kota. Dan jangan salahkan saya jika anda kemudian menjadi ketagihan.

Layaknya Brebes, setiap daerah biasanya memiliki kekhasan masing-masing. Kuliner, buah-buahan, monumen, dan banyak  hal lain bisa menjadi sebuah ciri khas. Jika orang bicara tentang empek-empek, anda pasti bisa menebak daerah mana yang paling terkenal dengan makanan tersebut. Saat ada orang cerita perihal kunjungannya ke kebun raya, saya yakin anda pasti tahu kota mana yang terkenal dengan kebun rayanya yang telah dia kunjungi.

Keunikan dapat berskala lokal, daerah, nasional, maupun dunia. Borobudur misalnya bukan lagi bersifat nasional apalagi lokal, candi tersebut skalanya sudah dunia. Telor asin dari Brebes barangkali tidak dikenal oleh saudara kita yang berada di Sumatera atau Papua, hanya mereka yang tinggal di pulau Jawa atau sekitar Brebes yang tahu kelezatannya. Oleh karena itu, telor asin Brebes mungkin hanya berskala daerah. Bagaimana dengan gongsir? Anda kenal gongsir? Makanan dari jagung ini barangkali di tempat anda ada tetapi memiliki nama lain. Dengan demikian, keunikan gongsir hanyalah berskala lokal karena begitu makanan tersebut berada di daerah lain, dia tidak lagi disebut gongsir, mungkin jigong. Oops!

Jadi bisa dikatakan, makanan, kerajinan tangan, bangunan bersejarah, keindahan alam, atau keunikan dalam bentuk apapun bisa menjadi representasi dari daerah tertentu baik berskala lokal maupun interlokal, eh internasional atau dunia. Mendengar kata balado, saya pasti akan mengacu ke Padang, kapal selam (empek-empek)-Palembang, belimbing-Demak, rujak cingur-Surabaya, menara Eiffel-Paris, piramida-Mesir, spageti-Italia, dan lain-lain. Kekhasan ini bahkan sering kali diwujudkan dalam bentuk macam-macam. Bila anda datang ke Boyolali yang dikenal sebagai sentra susu sapi, misalnya, anda akan menemukan patung sapi perah di tengah kota tersebut.

Kembali ke Brebes. Begitu populerya telur unggas yang diasinkan itu, seorang pelacurpun bisa tahu kalau konsumen yang baru pertama kali membeli jasanya berasal dari kota tersebut. Apa hubungannya? Begini ceritanya. Tapi sebelumnya mohon maaf bila anda tidak berkenan. Ini hanya sebuah cerita rekaan yang mungkin anda pernah dengar sebelumnya. Kisah yang akan saya sampaikan ini tidak memiliki tujuan apapun kecuali sekedar untuk mencairkan suasana. Bila anda tetap tidak bisa terima, sebaiknya anda berpura-pura saja bagian yang ini tidak ada. Gimana? Bagi yang berumur di bawah 17 tahun, sebaiknya anda abaikan pula yang ini. Jika tidak, resiko ditanggung sendiri.

Alkisah seorang laki-laki datang ke sebuah komplek pelacuran. Dia baru pertama kalinya mengunjungi tempat itu. Setelah memilah dan memilih, masuklah dia dan pelacur pilihannya ke dalam kamar. Sebelum acara inti digelar, pelacur yang sudah pasti profesional itu melakukan foreplay atau permainan awal. Saat itulah si pelacur berkata.
“Dari Brebes ya mas?”
“Hlo, kok tahu?” Laki-laki itu menjawab pertanyaan dengan pertanyaan. Dia sungguh heran dan  begitu kaget. Bagaimana pelacur itu bisa tahu padahal ketemu dengannya saja baru kali ini. Pasti ada sesuatu yang khas yang membuat pelacur itu dapat menebak daerah asalnya dengan tepat.
Dengan penuh keyakinan, perempuan itu menjawab, “Telur mas, asin.”

 
Sumber gambar: di sini
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here