Merdeka atau Ngungsi!

MERDEKA! Kata itu dulu dipekikkan para pejuang, sekarang diteriakkan peserta karnaval digemborkan para koruptor negeri ini. Para pejuang meneriakkannya untuk memberi semangat, perserta karnaval melakukannya untuk meramaikan pesta tahunan, dan para koruptor ingin menunjukkan betapa nyamannya tinggal di negeri yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
Jangan-jangan yang sedang anda hadapi di linimasa adalah seorang megalomania?
Hidup yang hanya sekali ini sudah seharusnya diisi dengan kebaikan-kebaikan. Ketika ajal menjemput, semua yang dibanggakan dan disombongkan semakin tidak ada gunanya.

True Love

Peringatan: Anda yang membaca tulisan ini harus berusia 17 ke atas...
Nyali pecundang Twitter hanya sebatas di linimasa karena dia merasa aman berada di tempat itu. Benarkah?

Bad Things, Good People

Kadang-kadang saya merasa sebagai salah satu tokoh yang ada dalam buku Why Bad Things Happen to Good People yang kalau nggak salah karangan Brent L. Top.

Campers

Paul G. Stoltz menggolongkan manusia menjadi tiga kelompok sesuai sebutan yang diberikan kepada para pecinta alam. Dalam bukunya yang berjudul Adversity Quotient dia mengelompokkan orang-orang berdasarkan semangat dan daya juang dengan nama quitters, campers, dan climbers. Lalu, apa yang dimaksud dengan ketiga istilah itu?

Memainkan Perasaan

Kita ini masing-masing punya sensitifitas yang berbeda-beda. Selayaknya, kita perlu menyikapi orang lain dengan perasaannya itu secara berbeda pula. Saya juga melakukan itu, tetapi dengan cara lain. Jika anda memainkan perasaan, percayalah, saya akan mempermainkannya.

Orang Stingy

Di Indonesia ini memang ada penggeneralisiran untuk suku-suku tertentu. Ada yang positif, juga negatif.

Baiti Jannati

Dulu, ada serial televisi berjudul Little House on the Prairie. Berkisah tentang keluarga pionir di Amerika Utara. Film itu bisa menjadi gambaran baiti jannati. Di Kampung Cikiray, Sukaraja, Bogor, ada baiti jannati sejati.

Kentut, Kurindu Hadirmu

Bentuknya gas. Tidak bisa dilihat juga dipegang. Namun demikian, dia memiliki suara dan aroma. Jadi ketika barang itu muncul, anda hanya bisa mendengarnya bila bersuara dan mencium baunya.

Begenggek

Gara-gara begenggek, semua kenangan masa kecil saya berhamburan dan tangan ini tak mau diam menuliskannya.
Kasur, dapur, dan sumur memang bukan ajaran R.A. Kartini. Namun bukan berarti dengan menjalankan kegiatan di tiga tempat itu kemudian menodai semangat yang diusung Kartini.
Mungkin saja ada orang yang mempraktekkan judul tulisan di atas. Manusia tengil dan pengecut saya rasa penganut ‘aliran’ ini. Begitukah?

Di Mana Kepalaku?

Yang biasa saya lakukan ketika pertama kali bertemu adalah dengan menginformasikan kepada mereka tentang ’kelebihan’ saya ini.

Oedipus vs Electra

Barangkali di lingkungan anda tinggal, anda menemukan pasangan yang jauh banget beda usianya. Anda tidak perlu heran lagi. Oedipus Complex-nya Sigmund dan Electra Complex-nya Carl bisa menjelaskan tentang pasangan-pasangan yang unik itu.

Orang Baik

Hidup akan tenang saat banyak orang baik mengelilingi kita.

Manusia Pilihan

Apapun pilihan anda, tenang saja, anda tetap akan menjadi manusia pilihan. Masalahnya, manusia pilihan siapa?

Bila Saatnya Tiba

Bila memang waktunya tiba, siapapun tidak bisa menolak datangnya maut. Yang penting dilakukan adalah selalu berbuat kebaikan selama masih diberi hidup. Nggak ada gunanya menyesali yang sudah terjadi. Ironisnya, justru itulah yang sering terjadi. Menyesal ketika nasi sudah menjadi bubur.
Obat sakit punggung dan dada kiri nyeri dari Idang Rasjidi.

MEDIA SOSIAL

489FollowersFollow
668FollowersFollow
2,372FollowersFollow
6SubscribersSubscribe
Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome. & GeekyCube.