Di punggung gunung Salak yang terakhir kali meletus tahun 1699 ini, segala petualangan saya dimulai, sebuah ekspedisi ke masa 5.000 SM.
Bagi perantau, mudik menjelang lebaran bukan hanya sekedar tradisi. Ada aneka ‘rasa’ di dalamnya. Untuk mereka, mudik bisa menjadi sebuah keniscayaan.
Arrgggghhhh… konyolnya lagi, pertigaan tersebut ternyata sudah saya lewati ketika saya menuju daerah Pasirangin, kemudian saya lewati lagi ketika saya ke Dayeuh.
Sayangnya rumah yang paling ujung bukan bernomor 39 tetapi 37. Sebelah rumah itu? Kuburan! Masak nomor 39 kuburan dan orangnya tinggal di situ?
Menjadi anggota tim SAR tentu saja membanggakan. Tetapi bukan tim SAR yang satu ini.
Bandung euy! Meskipun kamu sudah tidak sedingin dulu dan jadi kota macet, saya tetap akan datang menemuimu.
Yang namanya jalan-jalan tidak harus mengeluarkan biaya mahal. So? Backpacking adalah jawabannya.

Refreshing

Nyantai di Kebun Raya Bogor
menguangkan blog
Gelatik Selam dan para 'penganggurannya' di Yogya sana adalah contoh komunitas mantan fakir bandwidth yang sekarang berhasil menjadi peternak domain. Merekalah orang-orang sukses dalam menguangkan blog.
Awas! Jangan mencret di KRL. Ada larangan dilengkapi gambar yang bisa dibaca dan dilihat di setiap dinding dekat pintu keluar/masuk KRL Bogor.

Media Sosial

776FansSuka
943PengikutMengikuti
2,291PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome. & GeekyCube.