Menjadi anggota tim sar memang membanggakan, tetapi bukan tim sar yang satu ini.
Melihat baju yang dipakai, mereka perlu dikasihani. Kebanyakan baju yang mereka kenakan kekurangan bahan. Semoga mereka tidak masuk angin. Kan tidak lucu, bidadari kok masuk angin.
Sabtu pagi jalan-jalan mengelilingi Kebun Raya Bogor bersama Komunitas Blogor.
Baru 25 Januari dan 22 Februari kemarin, dua-duanya hari Minggu, saya sempatkan gentayangan jalan kaki mengitari Bogor mencari yang tidak pasti.
Setelah merasa menjadi pemenang karena bisa sampai di puncak menara, melihat dan memegang lonceng menara yang tidak akan terlihat dari bawah, serta melihat pemandangan kota, kami selanjutnya turun. Sampai di bawah, seorang petugas masjid berbadan besar sudah menunggu.
Sepuluh menit kemudian pepes itu datang. Pembawanya tidak cukup hanya satu pelayan melainkan dua orang. Dibawa dengan nampan yang bentuknya seperti tandu. Jelas sebuah nampan yang khusus didesain untuk membawa menu yang ukurannya tidak tanggung-tanggung. Seberapa besar pepes ikan yang pernah anda makan? Saya berani taruhan pasti tidak sebesar pepes yang satu ini.
Sebelum 31 Juli 2010, secara emosional saya tidak ada ikatan dengan Yogyakarta. Namun semenjak bertemu sebuah komunitas bernama Gelatik Selam, saya dipaksa menggadaikan emosi saya di kota gudeg itu.

Deoporisasi

Deoporisasi sangatlah penting dilakukan. Program ini tak ada bedanya dengan detoksifikasi. Jika detoksifikasi adalah pembuangan racun dari dalam tubuh, deoporisasi merupakan proses menetralisasi dari rasa enek akibat terlalu banyak makan opor. Hlah, apa pula ini? Jangan dibawa serius, ya. Deoporisasi...
Sebab-musabab namanya seperti itu tidak penting bagi kami. Yang paling penting adalah kami bisa menggunakan kolam itu untuk bermain air. Berenang kesana-kemari layaknya perenang yang bertanding dalam kolam skala olimpiade.
Menikmati malam di Madiun dan Ponorogo yang tak terlupakan.
Memang benar kalau ada yang bilang, tong kosong berbunyi nyaring. Saya sudah membuktikannya sendiri. Jika perut kosong, berbunyi nyaring juga nggak?
Bagi perantau, mudik menjelang lebaran bukan hanya sekedar tradisi. Ada aneka ‘rasa’ di dalamnya. Untuk mereka, mudik bisa menjadi sebuah keniscayaan.
Ada lajur jalan di Ponorogo yang ramai dengan pedagang kopi lesehan di kiri-kanannya setiap malam.
Dua hari saya menikmati jalan-jalan. Menelusuri tempat-tempat di wilayah Bogor yang baru buat saya.
Tak selalu malam di Yogyakarta menyenangkan. Saya mengalami malam jahanam di sana.

Surken

Dalam keadaan hujan, kami menyusuri alun-alun Suryakencana. Rencananya akan melewati puncak Gede terus pulang lewat Cibodas. Udara makin dingin, kabut semakin tebal ada di atas dan sekeliling kami.
Aksi provokatif tulisan itu betul-betul ampuh. Memang, dia tidak bersuara, hanya sebuah frasa merah dua kata, tapi telinga ini terasa mendengar cemoohannya. ”Pengen ya? Sori, menu ini buat orang berduit. Bukan untuk mahasiswa kos-kosan sepertimu. Silakan ngences (ngiler). Boleh datang bila sudah ada uang.”

Menguangkan Blog

Gelatik Selam dan para 'penganggurannya' di Yogya sana adalah contoh komunitas mantan fakir bandwidth yang sekarang berhasil menjadi peternak domain. Merekalah orang-orang sukses dalam menguangkan blog.

Sukabumi

Kunjungan ke Selabintana ini merupakan pertama kalinya buat kami semua yang dari Bogor. Sebenarnya tempatnya menyenangkan dengan udara yang sejuk dan hijau serta rindangnya pepohonan yang ada di komplek Selabintana. Sayangnya ...
Mau ikut gabung di #jalurkopi? Ayo.

MEDIA SOSIAL

489FollowersFollow
669FollowersFollow
2,372FollowersFollow
6SubscribersSubscribe
Content Protected Using Blog Protector By: PcDrome. & GeekyCube.