hari batik nasionalCangcut adalah celana dalam. Ini perlu saya jelaskan karena kata cangcut tidak ada di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia). Meskipun demikian, istilah cangcut sering terdengar dan digunakan di masyarakat tempat saya tinggal. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa cangcut pasti istilah informal. Tentang cangcut batik?

Tak ada makna intrinsik atau tersirat atau konotatif perihal cangcut batik. Istilah itu tentu saja mengacu pada celana dalam bermotif batik. Punyakah Anda? Ah, mengapa saya harus menanyakan pertanyaan yang barangkali sangat pribadi buat Anda ini. Dan jelas tidak penting banget. Jika tulisan ini saya beri judul Cangcut Batik, hal itu karena saya ingin berbicara tentang batik. Meski Hari Batik Nasional sudah lewat, yaitu 2 Oktober kemarin, setidaknya sekarang masih masuk bulannya. Saya pikir masih sah-sah saja bila dibincangkan sekarang, bahkan di bulan yang berbeda. Hanya saja, ibarat makanan, akan sudah tidak hangat lagi bila hari peringatan itu dibicarakan di luar Oktober.

Saya bukannya tidak mengapresiasi pencetusan Hari Batik Nasional jika saya berkicau di galurwaktu Twitter seperti yang terlihat dalam gambar di atas. Bagi saya yang lebih sering memakai baju batik di hari apa pun, tidak melulu Jumat, tak ada bedanya antara hari peringatan berbatik dan tidak. Memakai batik tidak seharusnya di hari tertentu atau sampai diperingati segala. Sebagai bangsa yang kaya akan karya seni termasuk batik, sudah sewajarnya jika kita menghargai dengan memakainya setiap saat. Bahkan bila perlu, bukan hanya baju yang berbahan batik tetapi semua yang kita kenakan. Itulah sebabnya saya kemudian berkicau sekali lagi di galurwaktu seperti terlihat di bawah ini, meskipun bernada canda.

hari batik nasional

Tahukah Anda kota mana saja yang menghasilkan batik? Saya sendiri tidak begitu paham. Beberapa daerah penghasil batik yang saya tahu: Madura, Solo, Yogyakarta, Pekalongan, Cirebon, dan Lasem. Saya yakin pasti ada lagi selain yang sudah saya sebutkan tersebut, termasuk yang di luar pulau Jawa. Masing-masing batik itu tentunya memiliki ciri sesuai daerahnya. Namun sekali lagi, saya tak paham ciri-ciri batik di setiap kota itu seperti apa.

Batik jelas merupakan kebanggaan bangsa ini, juga menjadi ciri khas. Bisa jadi semua orang memiliki baju batik. Bila kita amati di sekeliling, kita dengan gampang menemukan orang-orang berbatik. Lebih-lebih Jumat karena di hari itu banyak kantor yang mewajibkan karyawannya berpakaian batik. Belum lagi anak sekolah yang salah satu seragamnya adalah batik meskipun waktu memakainya tidak selalu Jumat. Selain itu, yang pasti ditemukan orang memakai batik adalah saat lebaran atau pas ada hajatan. Hampir sebagian besar, misalnya mereka yang datang di pesta perkawinan, memakai batik.

hari batik nasional
Anak sekolah juga berbatik. (@wkf2010)

hari batik nasional
Orang pergi hajatan tak lupa berbaju batik. (@wkf2010)

hari batik nasional
Ibu-ibu dalam acara halal bil halal. (@wkf2010)

Setelah baca tulisan ini, coba Anda lakukan inventarisasi batik yang Anda miliki. Hitung ada berapa potong. Selain itu, kelompokkan berdasarkan jenisnya, misalnya baju dengan baju, kaos dengan kaos, dan seterusnya. Bukan menyepelekan, saya tak yakin di antara koleksi Anda itu ada cangcut batik. Jika Anda tak punya dia, jangan mengaku pecinta batik, karena cangcut batik adalah bukti cinta. Halah. :mrgreen:

Sumber gambar: koleksi pribadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here