blogger on radioIni sekedar pertanggungjawaban saya atas pengumuman yang saya buat dalam tulisan berjudul Preeeeetttttt… Nggak bohong kan saya? Bukannya sombong, diam-diam, saya ini nggak kalah dengan selebriti yang juga penyiar radio seperti Farhan, Ronald, dan Tika Panggabean. Halah, lebay! IMHO (in my honest opinion), anda pasti tidak percaya.

’Penampilan’ saya di radio Sabtu (27/11/10) kemarin memang bukan yang pertama. Yang kemarin adalah untuk ketiga kalinya saya siaran di Radio Sipatahunan. Namun baru acara yang kemarinlah pertama kalinya saya menjadi host untuk sebuah acara yang bernama Saung Nyerat. Deg-degan? Nggak tuh. Hanya heran saja kok bisa-bisanya dan berani-beraninya saya menjadi penyiar. Padahal anda yang pernah dengar suara saya tahu sendiri, betapa menyakitkan suara saya untuk ukuran suara seorang penyiar radio.

Saya sendiri fine-fine saja ketika menawarkan diri menjadi host acara radio tersebut. Bukannya khilaf, tapi saya sadar sesadar-sadarnya saat saya melakukan itu. Semua persyaratan menjadi penyiar untuk acara yang merupakan kerjasama antara Blogor (Komunitas Blogger Bogor) dan Radio Sipatahunan itu saya pikir cocok dengan kualifikasi yang saya miliki. Nggak percaya? Coba anda cocokkan, dan anda pasti setuju dengan pendapat saya.

Jika acara itu membutuhkan seorang penyiar yang punya rasa percaya diri tinggi, tidak salah lagi, sayalah orangnya. Saya ini orang dengan kepercayaan diri yang super, maksudnya sangat percaya bahwa suaranya sendiri sangat sember. Bila acara itu juga membolehkan orang yang tidak PD, sayalah orangnya. Saya ini orangnya juga tidak PD, maksudnya tidak PeDuli dengan suaranya yang sember. Jika dibutuhkan orang bersuara bagus, sayalah orangnya. Saya ini memiliki suara yang sangat bagus, maksudnya bagus untuk didengarkan sambil menutup telinga rapat-rapat. Jika butuh orang yang humoris, saya juga orangnya. Buktinya, tulisan saya suka ngaco dan ngelantur ke mana-mana. Bila acara itu membutuhkan orang yang berpengalaman menjadi penyiar, hay-hay… itulah saya. Pengalaman saya segudang menjadi penyiar, bukan, bukan penyiar di studio radio beneran, tetapi di kamar mandi dan di studio radio kelas satu yang ada di angan-angan saya. Semua cocok kan? Nggak salah deh kalau saya dijadikan host. Maksa ya?

studio radio sipatahunan bogor

Terus terang, selalu menyenangkan sekaligus ada ketegangan saat bergelut dengan sesuatu yang baru. Menjadi host di acara radio adalah hal baru bagi saya. Ada kebingungan di awal acara sebelum akhirnya semua berjalan dengan lancar. Ternyata mengasyikkan ngobrol-ngobrol di dalam ruang ber-AC yang dingin ditemani dua orang narasumber dan satu rekan penyiar. Saya yang biasanya menulis, sekarang harus ngomong, di radio lagi. Saya yang biasanya membaca kembali tulisan yang akan saya unggah, sekarang hanya bisa mendengarkan rekaman suara saya setelah siaran tanpa bisa mengeditnya. Yang terjadi hanya heran dan terkagum-kagum dengan suara sendiri. Ah, sebegitu sember kah suara saya?

Itulah yang namanya Blogger on Radio. Sekaligus, itu juga yang disebut blogger yang tak tahu diri. Biar sajalah.

Catatan:

Sember artinya sumbang, tidak jelas, tidak enak didengar, terdengar seperti akan menangis sehingga menimbulkan rasa kasihan bagi pendengarnya, merangsang pendengarnya mengambil batu atau apapun untuk dilemparkan ke pemilik suara, intonasi yang tidak jelas, pelafalan yang kurang begitu jelas. Pokoknya, jika anda akan merekrut seorang penyiar radio, orang yang tidak tahu malu dengan suaranya yang seperti ini jangan sekali-sekali dikasih tahu deh. Nanti kalau dia nekat, anda sendiri yang repot.

Sumber gambar radio: di sini

18 COMMENTS

  1. wah .. sayang banget .. padahal ku pengen dengerin .. kebayang acaranya seru kali ya .. jadi pengen bikin program kayak itu di radio ku trims mas .. very inspiring πŸ™‚

  2. Sayangnya nggak bisa denger langsung suara sember’ pak Dhe tadi …hehe

    Memang seru lho pak Dhe siaran di radio itu, saya pernah tapi pas wawancara doang trus disuruh cuap-cuap dan hasilnya nggak lolos ..mungkin suara saya sember kali ya’… πŸ˜€

  3. @MT: insyllh πŸ˜‰
    @Asepsaiba: kernet dan sopir keduanya punya peran penting
    @echa: makasih sarannya πŸ˜‰
    @eneng ocha: kita semua memang hebat 😳

  4. Kalo saya mampunya masih jadi ‘kernet’nya aja kang… Alias co-host…
    Sayang td sore sy tdk di Bogor, jadi tidak bisa dengarkan suaranya kang WKF yang sangat ‘nerdu’… πŸ™‚ *piss…

    Sukses buat acaranya, semoga jaya terus di udara.. Hehe..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here