Bayangkan situasi ini sedang anda hadapi. Baru saja pacar anda yang ternyata playboy menyatakan putus. Anda menerima keputusan itu dengan tenang karena memang sebenarnya itu yang anda tunggu dan harapkan. Anda kemudian mencari pacar lagi. Dalam waktu yang tidak terlalu lama anda telah mendapatkan pengganti. Orangnya ganteng, malah lebih ganteng  dari pacar anda sebelumnya. Senangkah anda?

Saya tidak heran bila anda bersuka cita. Tetapi kisah anda itu belum selesai. Ini kelanjutannya. Setelah berjalan beberapa saat, anda baru tahu ternyata pacar baru anda itu bukan hanya playboy tetapi juga tukang nyolong. Dengan terkuaknya fakta itu, berani taruhan suka cita anda pasti akan berubah menjadi duka lara. Seandainya kisah khayali itu benar-benar terjadi pada anda, saya hanya bisa menyarankan segera tinggalkan playboy brengsek tukang nyolong itu. Kejadian buruk itu oleh orang Minang disebut batuka baruak jo cigak. Beruk (sejenis monyet) ditukar dengan cigak (beruk juga tetapi lebih jahat/buruk).

Batuka baruak jo cigak bisa terjadi di mana saja dan di bidang apapun. Misalnya di tempat kerja. Anda memiliki pimpinan yang dianggap antagonis oleh anda dan teman-teman sekerja yang juga anak buahnya. Ketika tersiar kabar akan ada penggantian, anda dan teman-teman berharap hal itu bukan hanya sekedar isu. Ternyata pergantian pimpinan memang benar-benar terjadi. Sayangnya penggantinya tidak lebih baik. Pimpinan baru itu malah lebih tidak bisa memimpin. Ditambah lagi misalnya struktur organisasi dan uraian pekerjaan sebelumnya yang memang kurang bagus juga direvisi. Sayangnya, hasil revisi itu justru malah membingungkan dan menjadi semakin tidak jelas. Jika seperti ini yang terjadi, bukan hanya pimpinan yang menjadi cigak tetapi juga struktur organisasi dan uraian pekerjaan yang baru.

Yang namanya nasib memang sebuah teka-teki. Tidak ada orang yang tahu persis tentang nasib. Manusia hanya bisa menebak-nebak. Karena kita suka mengira-ngira inilah kemudian muncul peramal, paranormal, dan orang-orang ‘abnormal’ yang memanfaatkan keadaan. Siapa yang bisa memperkirakan kalau akan mendapat cigak? Namun itulah yang kadang-kadang kita alami dalam hidup ini. Sudah punya, misalnya, presiden yang acakadut eh… hla kok penggantinya lebih amburadul. Tetangga brengsek yang kontrak sebelah rumah sudah pindah. Hati ini sudah plong. Alamak! Kok ya penggantinya lebih-lebih brengseknya. Kerjaan yang sebelumnya cukup menyiksa, eh hla kok pekerjaan yang baru malah lebih memperbudak.

Terus bagaimana bila anda yang dapat cigak? Apa yang akan anda lakukan? Mungkin anda akan flashback dulu sebelum mengapa-apain cigak anda itu? Bagaimana pengalaman anda dulu berkutat dengan beruk mungkin sekarang bisa diterapkan ke cigak. Barangkali anda akan menyuruh cigak memanjat kelapa atau mencari kutu anda yang lusinan sebagaimana yang pernah dilakukan oleh beruk anda dulu. Setidaknya anda bisa mengkaryakannya untuk kepentingan anda. Jika kita ini termasuk orang yang berpikiran positif bisa jadi yang akan kita lakukan adalah bagaimana beruk dan cigak yang bisa disebut sebagai musibah yang sedang menimpa kita bisa disiasati menjadi bermanfaat. Istilah ‘ndesonya’: blessing in disguise. Keuntungan yang muncul dari balik peristiwa buruk, celaka, musibah, atau malapetaka. Daripada kita sewot sendiri dengan datangnya cigak, kan mending berpikir keras bagaimana bisa mengubah musibah menjadi hikmah.

Jika saat ini anda memiliki cigak, bersabar saja. Hadapi dengan tabah. Yakin saja semua itu tidak abadi. Suatu saat pasti akan hilang ditelan jaman. Kalau tidak cigaknya yang hilang ya berarti andanya yang musnah. Intinya, seperti judul lagu, badai pasti berlalu.

Terus, bagaimana jika bukan hanya cigak yang dimiliki tetapi sekaligus juga beruk? Hnah… kalau yang ini silakan dipikir sendiri. 😉

Catatan:
Jika orang Minang yang ditawari, mereka lebih memilih mempunyai cigak baruak daripada baruak cigak. Di Padang, cigak baruak besar manfaatnya buat masyarakat karena itu adalah sebutan untuk odong-odong atau angkutan umum.

8 COMMENTS

  1. wekekeke pertama nggak ngeh batuka itu apa..

    kecek minang ruponya da ?
    hehehe.. taringek lia dulu abak ado baruak dibalakang rumah……. mato nyo pantang liek anak gadih urang heheheh…

    sekarang indak sudi miara beruk …
    miara kucing lai lamak…. ehehheheh

    (ehhh bener nggak ya bahasanya 😀 )

  2. Sudah jatuh tetimpa tangga….
    Beruk ama Cigak ga ngerasa lagi kalo intervensinya ga membuat perubahan yang signifikan, hanya ceremonial breefing doang… biar keliatan kesepakatan yang disepakati bersama, padahala mah ????? “Sami Mawon”.

    kirain beneneran mau Resufflle…. tauanya….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here