alergi biri-biriAlergi bisa membuat anda gatal-gatal. Hal tersebut juga dapat membuat anda panas dingin. Alergi merupakan salah satu bentuk gangguan kesehatan. Namun, alergi yang satu ini tidak ada sangkut pautnya dengan penyakit semacam koreng. Tetapi tidak salah pula bila alergi yang ini disebut penyakit.

Sebagaimana galipnya sebuah alergi, seseorang yang dihinggapi ‘penyakit’ ini akan memberikan reaksi penolakan terhadap sesuatu yang tidak cocok atau tidak disukai. Saya pernah menuliskan sebuah artikel berjudul Pecinta Status Quo. Dari judulnya, anda bisa menebak apa kira-kira isi dari tulisan tersebut. Betul, dalam tulisan itu saya mengisahkan orang-orang yang senang banget berkubang dalam kemandekan. Mereka begitu alergi dengan yang namanya perubahan. Dan inilah salah satu bentuk alergi yang masih sangat banyak kita temukan di sekitar kita. Termasuk penyakitkah alergi yang satu ini menurut anda?

Ketika tulisan ini sedang saya buat, sebelumnya saya menuliskan di dinding Facebook saya seperti ini: “Wajar saja kalau manusia beda suara… ayam saja kokoknya ada yang tidak sama… crotnya juga.” Jangan pedulikan kata ‘crot’ yang ada di dalam status tersebut. 😉 Yang ingin saya perlihatkan ke anda adalah kalimat yang paling awal. Jika anda alergi dengan suara yang tidak sama (perbedaan pendapat), maka tidak ada bedanya anda dengan para pecinta status quo.

Sungguh konyol orang-orang yang tidak suka dengan perbedaan. Namun anehnya dan sayangnya, banyak orang yang lebih senang untuk tidak mempedulikan perbedaan. Mereka justru lebih senang berada dalam kenyamanan status quo. Mengapa saya katakan konyol? Manusia itu mahluk pembicara, entah banyak atau sedikit. Jadi konyol saja jika mereka diminta untuk ngomong seperti yang dia omongkan, tidak boleh beda. Lebih konyol lagi bila menyuruh mereka diam.

Kadang saya tidak habis mengerti dengan mereka yang tidak suka dengan perbedaan pendapat. Bukan berarti pendapat yang berbeda selalu baik, tetapi bila setiap perbedaan selalu direspon secara negatif, dicurigai, itu yang tidak baik. Bukan pendapat berbedanya yang tidak betul melainkan cara menyikapi itulah yang tidak benar. Dan sikap itu dapat menunjukkan pula bahwa pemiliknya adalah orang yang tidak jauh-jauh dari kubangan status quo.

Tidak gampang memang menghadapi orang yang takut dan tidak suka dengan perbedaan pendapat. Lebih-lebih jika orang tersebut memiliki otoritas yang memungkinkan dia untuk bersikap otoriter dan bertindak semena-mena. Apalagi jika orang tersebut merupakan seorang oportunis berlidah panjang yang egois, makin kacau jadinya. Barangkali cara yang bisa dilakukan selama masih berhubungan dengan orang seperti itu adalah membuatnya merasa nyaman sambil pelan-pelan membuka pikiran dia tentang sikapnya yang salah. Bagaimana caranya? Mungkin anda memiliki tip-tip yang ampuh untuk kasus yang satu ini. 😉

Yang lebih celaka lagi, atau barangkali lebih cocok bila disebut lebih memalukan, orang yang tidak suka dengan perbedaan pendapat ini mengagung-agungkan dirinya sebagai orang yang menghargai demokrasi. Labelnya saja yang terbaca sebagai pendukung demokrasi, tetapi faktanya apa yang diperbuat adalah membunuh suara-suara yang tidak sama dengan suara dia. Jadi ibaratnya, mengaku pecinta demokrasi tetapi yang ada di tangannya adalah lonceng kematian pembunuh demokrasi. Kalau begitu, apakah demokrasi itu hal yang baik? Menurut saya, demokrasi hanyalah sebuah ‘tool’ yang sifatnya netral. Baik tidaknya demokrasi tergantung penggunanya. Bagi pendukungnya, demokrasi tentu saja sebuah cara yang perlu diperjuangkan. Namun bagi pecinta status quo, demokrasi hanyalah suatu pemicu ‘gonjang-ganjing’ dan perusak tatanan yang sudah mapan. Untuk pecinta demokrasi, dengan adanya perbedaan yang merupakan ruhnya demokrasi, kehidupan ini menjadi dinamis. Meski terjadi pergesekan dan friksi atau pergeseran yang menimbulkan perbedaan pendapat, hal itu lebih menyenangkan dibandingkan keadaan yang statis monoton dan sudah pasti sangat membosankan.

Jawaban yang diberikan tentu saja akan lain bila pilihan itu disodorkan ke mereka yang menderita alergi perbedaan pendapat. Bagi mereka, perbedaan pendapat itu penyakit. Oleh karena itu, semua perbedaan harus dicurigai dan bila perlu dibabat habis sebelum mewabah. Anda tahu hobi orang yang alergi dengan perbedaan pendapat? Mengebiri!*

*) Mengebiri: meniadakan, menghilangkan, atau mengurangi dengan jalan licik. (KBBI, ed.3 hal.521)

 

Sumber gambar: di sini

3 COMMENTS

  1. Sejak dulu saya selalu menganggap perbedaan itu membuat hidup kita lebih berwarna. kalo sama terus kan jd monoton dan cepet bosen, yg ada malah ilmu saya jd ga nambah-nambah deh.
    Tapi ketika saya ketemu orh yg beda pendapat terus dia ngotot, mau ga mau saya jd alergi jg siih. Sayang sy pernah dikebiri gara-gara ada orang yang alergi dgn pendapat, pemikiran dan penampilan saya. sayangnya lagi orgnya punya otoritas. dasar sy ngeyel, tdk bisa dibungkam, akhirnya sy harus jauh2 dari penguasa alergi itu. untung saja, karena ternyata saya juga alergi sama yg bersangkutan… hahahahaha

Leave a Reply to wongkamfung Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here